ABUJA – Nigeria diguncang oleh gelombang penculikan massal yang membuat negara itu berada dalam keadaan siaga tinggi. Hampir 400 orang, termasuk siswa dan guru, menjadi korban kelompok bersenjata pekan ini.
Insiden terbaru terjadi di Sekolah Katolik St Mary, Negara Bagian Niger, pada Jumat (21/11/2025). Dari sekolah ini, 303 siswa dan 12 guru diculik secara bersamaan, memicu kepanikan di seluruh negeri.
Akibat krisis ini, Presiden Bola Tinubu memutuskan untuk menunda rencana menghadiri KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan. Tinubu memilih tetap berada di Nigeria guna memimpin koordinasi operasi penyelamatan. Posisi Presiden di forum internasional tersebut sementara digantikan oleh Wakil Presiden Kashim Shettima.
Pembatalan kunjungan presiden menjadi bukti seriusnya kondisi keamanan di Nigeria, yang kini tengah menjadi sorotan dunia.
Menurut laporan Asosiasi Kristen Nigeria (CAN), jumlah korban yang awalnya diperkirakan 215 siswa ternyata meningkat drastis menjadi lebih dari 300. Selain siswa, belasan guru juga ikut terseret dalam aksi penyanderaan. Hingga kini, nasib para korban masih belum jelas. Bulus Dauwa Yohanna, pimpinan CAN Niger, menegaskan jumlah anak yang hilang ternyata lebih banyak dari perkiraan awal.
Sekolah Abaikan Peringatan Pemerintah
Pemerintah Negara Bagian Niger menyatakan bahwa pihak intelijen sebelumnya sudah memberikan peringatan soal meningkatnya ancaman. Namun, Sekolah St Mary tetap membuka kegiatan belajar tanpa izin khusus, memicu kritik soal kelalaian pihak sekolah.
Citra satelit menunjukkan kompleks sekolah ini cukup luas dan kompleks, terdiri dari lebih dari 50 bangunan termasuk ruang kelas, aula, dan asrama yang terhubung antara sekolah dasar dan menengah. Kompleksitas ini memperumit upaya evakuasi dan pengamanan.
Penculikan Beruntun
Tragedi di St Mary terjadi hanya beberapa hari setelah 25 siswi sebuah sekolah menengah di Kota Maga, Negara Bagian Kebbi, diculik. Dari jumlah tersebut, satu siswi berhasil melarikan diri, sementara 24 lainnya masih hilang.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas aksi ini. Aparat keamanan kini telah mengerahkan tim taktis serta pemburu lokal untuk mencari para korban. Letak sekolah yang dekat dengan jalan utama Yelwa–Mokwa diduga memudahkan para pelaku dalam menjalankan aksinya.
Sumber : wertfootup.com
