wertfootup — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami perluasan sasaran yang signifikan. Berdasarkan penjelasan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, program ini kini tidak lagi hanya berfokus pada anak-anak usia sekolah. Sasaran utamanya diperluas untuk menjangkau kelompok yang lebih rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Perluasan Sasaran Program
Dadan menyampaikan bahwa selain kelompok prioritas tersebut, program ini tetap akan mencakup seluruh anak sekolah hingga usia 18 tahun. Tidak hanya itu, anak-anak yang putus sekolah atau berhenti sekolah di bawah usia 18 tahun, serta penyandang disabilitas, juga termasuk dalam cakupan penerima manfaat.
Penjelasan ini disampaikan usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.
Mekanisme dan Integrasi dengan Kelompok Lansia
Mekanisme teknis pemberian bantuan ini masih akan dibahas lebih lanjut. Dadan menyebut bahwa Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), akan berkoordinasi lebih detail, khususnya terkait mekanisme pemberian untuk kelompok lanjut usia (lansia).
“Kami akan mengintegrasikan caranya agar dalam satu kesatuan, bantuan ini bisa diberikan di suatu daerah secara terpadu,” ujar Dadan, menekankan pentingnya sinergi antar program.
Kehadiran SPPG di Sekolah Rakyat
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Dadan memastikan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan hadir di setiap lokasi sekolah rakyat. Keberadaan SPPG ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi secara langsung.
“Mekanismenya masih akan dibicarakan lagi. Namun yang jelas, di mana ada sekolah rakyat, di situ akan ada SPPG. Penyediaan makanannya akan dikelola oleh Badan Gizi Nasional dan diberikan pada pagi, siang, dan sore hari,” pungkasnya.
Perluasan program ini menunjukkan upaya pemerintah untuk melakukan intervensi gizi lebih dini dan komprehensif, menjangkau siklus hidup sejak dari janin dalam kandungan hingga kelompok usia lanjut.
