wertfootup — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam beberapa hari ke depan, wilayah ini berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, serta angin kencang.
Analisis Kondisi Atmosfer
Berdasarkan hasil analisis BMKG, kondisi atmosfer di atas NTB sedang dalam keadaan yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Terdeteksi aktivitas gelombang atmosfer frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby di sekitar wilayah tersebut.
Faktor pendukung lainnya adalah adanya pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin di lapisan atmosfer. Kondisi ini diperparah oleh kelembapan udara yang tinggi di berbagai lapisan serta labilitas atau ketidakstabilan atmosfer yang kuat.
Potensi Pembentukan Awan Kumulonimbus
Kombinasi faktor-faktor tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan Kumulonimbus secara masif. Awan jenis inilah yang bertanggung jawab atas fenomena hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berdampak luas.
Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan
Selain ancaman dari darat, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan sekitar NTB. Diprakirakan gelombang laut dengan ketinggian 1.25 meter hingga 2.5 meter berpotensi terjadi di beberapa titik.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Selat Lombok bagian Utara dan Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, serta perairan Samudra Hindia di sebelah selatan NTB. Kondisi ini berbahaya bagi aktivitas pelayaran dan nelayan.
Imbauan untuk Masyarakat dan Pemerintah Daerah
BMKG mengimbau seluruh masyarakat di wilayah NTB untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Ancaman yang perlu diantisipasi mencakup banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, hingga pohon tumbang.
Pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah-langkah mitigasi yang proaktif. Langkah-langkah tersebut antara lain pengecekan dan pembersihan infrastruktur drainase, memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang berisiko, serta meningkatkan koordinasi antar instansi untuk kesiapsiagaan penanganan potensi bencana.
Kesiapan dan kewaspadaan sejak dini menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak dari cuaca ekstrem yang diprakirakan akan melanda wilayah NTB ini.
