Bursa Eropa dan Asia Melemah, Wall Street Variatif

Bursa Eropa dan Asia Melemah, Wall Street Variatif

Pasar saham Eropa menutup perdagangan Rabu (11/03) dengan sentimen negatif, ditandai pelemahan di hampir semua indeks utama. Indeks pan-Eropa, Euro Stoxx 50, terkoreksi 0,70 persen. Di London, FTSE 100 Inggris melemah 0,56 persen. Pelemahan lebih dalam terjadi di Frankfurt, dengan indeks DAX Jerman anjlok 1,37 persen. Sementara itu, bursa Prancis, CAC, tercatat turun tipis 0,19 persen.

Wall Street Bergerak Variatif

Berbeda dengan Eropa, bursa saham Amerika Serikat di Wall Street menunjukkan pergerakan yang beragam pada sesi yang sama. Indeks S&P 500 sedikit melemah 0,1 persen ke level 6.775,17. Dow Jones Industrial Average mengalami tekanan lebih besar, turun 0,6 persen ke posisi 47.417,27. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite justru berhasil menguat tipis 0,1 persen, ditutup di 22.716,14, mencerminkan ketahanan sektor teknologi.

Sentimen Campuran di Bursa Asia

Pada perdagangan pagi hari Kamis (12/03), pasar saham regional Asia bergerak tidak seragam. Bursa Jepang menjadi sorotan dengan pelemahan signifikan. Indeks Nikkei 225 terpangkas 821,29 poin atau 1,49 persen ke level 54.204,10.

Sebaliknya, bursa China menunjukkan ketahanan. Indeks Komposit Shanghai justru menguat 4,20 poin atau 0,10 persen, mencapai level 4.137,54.

Hong Kong dan Singapura Ikut Tekan

Pasar di wilayah lainnya lebih banyak mencatatkan penurunan. Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 206,50 poin atau 0,80 persen menjadi 25.692,31. Sementara itu, indeks Strait Times Singapura juga terkoreksi, turun 15,33 poin atau 0,32 persen ke posisi 4.848,50.

Pergerakan variatif ini mencerminkan ketidakpastian pasar global dalam menyerap berbagai faktor ekonomi dan geopolitik yang sedang berlangsung, menuntut kehati-hatian dari para investor.