epictoto — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah cepat menanggapi lonjakan volume sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, yang terjadi seiring dengan musim buah. Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur menargetkan penanganan tambahan ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu lima hari ke depan.
Intensifikasi Pengangkutan ke Bantargebang
Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta, menyatakan bahwa armada pengangkut sampah akan diprioritaskan untuk melakukan dua ritase pengangkutan per hari menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Langkah ini diambil agar penumpukan sampah di lokasi pasar dapat segera terurai dan tidak mengganggu aktivitas.
Penguatan Armada dan Kapasitas Harian
Julius Monangta, yang akrab disapa Monang, menjelaskan bahwa sebanyak 25 armada tambahan telah dikerahkan untuk menangani sampah secara intensif. Tujuannya adalah mencegah akumulasi sampah yang berpotensi mengganggu kelancaran operasional pasar dan kenyamanan lingkungan sekitarnya.
Monang menegaskan bahwa penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sebenarnya telah berjalan secara rutin setiap hari. Namun, pada periode tertentu seperti musim buah, volume sampah yang dihasilkan meningkat secara signifikan dan melampaui kapasitas penanganan harian yang biasa.
“Kapasitas penanganan sampah di kawasan tersebut saat ini berkisar 160 ton per hari. Sementara pada musim-musim tertentu, timbulan sampah bisa melonjak hingga mencapai 220 ton per hari. Artinya, terjadi akumulasi atau ‘tabungan’ sampah sekitar 60 ton setiap harinya yang membutuhkan penanganan ekstra,” jelas Monang.
