Kondisi Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), hingga saat ini masih memerlukan perawatan intensif. Hal ini disampaikan oleh Afif Abdul Qoyim dari Tim Advokasi untuk Demokrasi, pasca insiden penyiraman air keras yang menimpa aktivis tersebut pada 12 Maret 2026.
“Sejauh ini informasi yang kami terima, beliau masih menjalani perawatan intensif di RSCM,” ujar Afif. Ia juga mengajak publik untuk turut mendoakan kesembuhan dan pemulihan Andrie Yunus.
Proses Penyidikan Terhadap Empat Prajurit TNI
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan bahwa proses hukum terhadap empat prajurit TNI dari satuan BAIS yang diduga terlibat masih berjalan. Keempatnya, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
“Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap empat personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap saudara AY sedang berjalan,” jelas Aulia melalui pesan singkat. Ia meminta semua pihak untuk bersabar dan menunggu hingga proses penyidikan yang dilakukan oleh Puspom TNI selesai sepenuhnya.
Pernyataan Tegas Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan pernyataan tegas mengenai insiden ini. Dalam sebuah diskusi, Presiden menyebut tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebagai aksi terorisme dan perbuatan biadab yang harus diusut tuntas.
“Ya pasti lah, ini terorisme, ya kan? Tindakan biadab. Harus kita kejar, harus kita usut,” tegas Prabowo. Ia menegaskan bahwa pengusutan tidak akan berhenti pada pelaku di lapangan saja, tetapi akan menjangkau siapa pun yang mendalangi atau membiayai aksi tersebut.
Presiden juga memberikan jaminan bahwa kasus ini akan ditangani secara profesional dan tanpa pandang bulu, termasuk jika ada keterlibatan aparat di dalamnya. “Siapa yang nyuruh, siapa yang bayar. Ya jelas dong. Saya menjamin,” pungkasnya.
Analisis Konten Artikel
Artikel ini melaporkan perkembangan terkini dari dua aspek utama kasus serangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus: kondisi kesehatannya dan proses hukum terhadap tersangka. Gaya penulisan bersifat informatif dan faktual, menjaga netralitas dengan menyampaikan pernyataan dari berbagai pihak terkait, yaitu pihak advokasi korban, institusi TNI, dan Presiden Republik Indonesia. Struktur artikel jelas, dimulai dari update kondisi korban, dilanjutkan dengan proses penyidikan, dan diakhiri dengan respons politik tingkat tinggi. Hal ini memberikan alur berita yang koheren dan komprehensif bagi pembaca.
