Apresiasi terhadap inisiatif program mudik gratis juga disampaikan oleh Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, yang hadir dalam acara pelepasan peserta dari Masjid Istiqlal. “Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih atas semangat kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat melalui program ini,” ujarnya.
Menurut Suntana, kontribusi dunia usaha dalam membantu masyarakat pulang kampung merupakan bentuk partisipasi nyata untuk mendukung kelancaran arus mudik nasional. Ia juga mengingatkan seluruh pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama dalam perjalanan.
“Selalu berhati-hati di jalan dan perhatikan barang bawaan masing-masing. Bagi yang membawa anak-anak, pastikan mereka selalu dalam pengawasan agar tidak terpisah,” pesannya. “Mudik haruslah berlangsung dengan nyaman, aman, dan penuh kebahagiaan,” tegas Suntana.
Mudik Gratis Bantu Keluarga Hemat Biaya hingga Jutaan Rupiah
Bagi banyak peserta, program mudik gratis ini memberikan manfaat ganda: mempermudah perjalanan pulang kampung sekaligus menghemat pengeluaran yang biasanya membengkak saat musim Lebaran. Hal ini dirasakan langsung oleh sejumlah peserta seperti Erwin, Anggun, dan Desi yang berangkat bersama keluarga mereka.
Erwin, peserta dengan tujuan Purworejo, mengaku sangat terbantu karena sebelumnya kesulitan mendapatkan tiket kereta. Jika harus membeli tiket secara mandiri, biaya per orang bisa mencapai Rp400 ribu. Dengan lima anggota keluarga, total pengeluaran transportasi bisa menyentuh angka Rp2 juta.
“Saya sangat berterima kasih atas program ini. Harapannya, program serupa dapat terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat,” tutur Erwin.
Pengalaman Berulang dan Pertama Kali
Kisah serupa diungkapkan oleh Anggun yang mudik ke Pekalongan bersama lima anggota keluarganya. Ini bahkan merupakan kali kedua ia mengikuti program tersebut. “Tahun lalu saya juga ikut mudik gratis ke Pekalongan,” kata Anggun.
Ia menjelaskan bahwa penghematan biaya transportasi yang biasanya dikeluarkan kini dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di kampung halaman. “Dana itu bisa digunakan untuk keperluan di kampung atau dibagikan kepada saudara,” ujarnya.
Sementara bagi Desi, program mudik gratis tahun ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan saat pulang ke Solo bersama keluarganya. “Total kami empat orang. Ini pertama kalinya ikut mudik gratis,” ujar Desi.
Sebelumnya, Desi biasa menghabiskan sekitar Rp2 juta untuk biaya pulang kampung. Dengan adanya program ini, dana tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan lain selama Lebaran. “Uangnya bisa digunakan untuk membagikan THR di kampung,” katanya.
Kisah dari para peserta ini menggambarkan bahwa program mudik gratis tidak hanya memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam perjalanan, tetapi juga menciptakan ruang bagi keluarga untuk mengoptimalkan anggaran dan memperbanyak kebahagiaan yang dibagikan saat Hari Raya.
