Polri Ungkap Asal Sabu dalam Kasus Kapolres Bima Nonaktif

Polri Ungkap Asal Sabu dalam Kasus Kapolres Bima Nonaktif

Polri Beberkan Asal Usul Sabu dalam Kasus Mantan Kapolres Bima

wertfootup — Kepala Divisi Humas Polri, Jhonny Edison Isir, memberikan penjelasan terkait perkembangan penyidikan kasus narkoba yang melibatkan AKBP Didik Putra Kuncoro (DPK), mantan Kapolres Bima Kota. Jhonny menegaskan bahwa sabu-sabu yang ditemukan berasal dari tersangka lain berinisial AKP ML.

Barang Bukti dan Keterkaitan Jaringan

Barang bukti narkotika ditemukan saat penggeledahan di rumah pribadi tersangka di Tangerang. Temuan tersebut meliputi tujuh plastik klip sabu dengan total berat 16,3 gram, 50 butir ekstasi, 19 butir alprazolam, dua butir Happy Five, serta lima gram ketamin.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, barang bukti yang ada pada AKBP DPK diperoleh dari tersangka AKP ML. AKP ML sendiri mendapatkan barang tersebut dari salah satu tokoh jaringan dengan inisial E,” jelas Jhonny.

Penyidikan lebih lanjut dilakukan secara bersama oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri untuk mengungkap keterlibatan jaringan bandar berinisial E tersebut. Polri menyatakan komitmen penuh untuk membongkar jaringan ini.

Klaim untuk Konsumsi Pribadi dan Hasil Tes

Kasubdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Zulkarnain Harahap, membeberkan bahwa narkotika yang ditemukan dalam koper milik AKBP DPK diklaim untuk konsumsi pribadi. Menurut Zulkarnain, pada 6 Februari, AKBP DPK menghubunginya hanya dengan pesan singkat untuk mengambil dan mengamankan koper tersebut.

“Saat ditanya apakah barang haram itu untuk diperjualbelikan, jawabannya bukan. Itu untuk dipakai sendiri,” ujar Zulkarnain.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik belum menemukan indikasi peredaran atau penjualan narkotika dalam kasus ini. Mengenai hasil pemeriksaan, tes urine yang dilakukan terhadap AKBP DPK dan istrinya sempat menunjukkan hasil negatif. Namun, hasil uji rambut yang dilakukan Divisi Propam Polri justru menunjukkan hasil positif.