Presiden Prabowo Libatkan TNI dan Polri dalam Program Sekolah Rakyat
ptslot — Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengirimkan perwiranya secara bergiliran guna mendukung proses pembinaan di Sekolah Rakyat. Permintaan ini disampaikan sebagai upaya penguatan pelaksanaan program pendidikan tersebut.
“Jika diperlukan, saya minta TNI dan Polri mengirim beberapa perwira untuk membantu dikunjungi secara bergiliran dan dibina,” ujar Prabowo saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026).
Penekanan pada Pendidikan Karakter dan Keteladanan
Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari siswa hingga tenaga pendidik. Dia menekankan bahwa pembinaan yang berkualitas serta peran guru sebagai teladan merupakan fondasi penting dalam proses belajar mengajar.
Prabowo meminta para guru untuk selalu memberikan yang terbaik, termasuk dalam hal menjaga kerapian, ketertiban, dan penampilan saat berada di depan siswa. Menurutnya, aspek-aspek tersebut merupakan bagian integral dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Peran Perwira dalam Membangun Kedisiplinan
Lebih lanjut, Presiden mengarahkan agar keterlibatan perwira TNI dan Polri dilakukan secara berkala. Kontribusi mereka diharapkan dapat membantu pembinaan kedisiplinan serta tata cara berpakaian yang rapi dan tertib bagi para peserta didik.
“Diberi cara berpakaian yang baik, cara memakai dasi yang baik, cara memakai baret yang baik,” jelas Prabowo mencontohkan bentuk pembinaan yang dimaksud.
Evaluasi dan Perbaikan Infrastruktur Sekolah
Di sisi lain, Presiden juga memerintahkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk membantu Menteri Sosial Saifullah Yusuf beserta para menteri koordinator dalam melakukan peninjauan mendalam terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat.
Instruksi tersebut mencakup perbaikan segera terhadap berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan, termasuk masalah perlengkapan sekolah. “Saya minta Seskab dan Mensesneg membantu Mensos dan Menko-Menko untuk dilihat lagi, kurang apa kita perbaiki. Kalau baret-baret yang kekecilan, diganti yang tidak kekecilan,” tegas Prabowo.
Latar Belakang dan Sasaran Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat yang diluncurkan secara terpusat di SRT 9 Banjarbaru ini merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan miskin ekstrem yang selama ini kesulitan menjangkau layanan pendidikan formal.
Peluncuran ini menandai dimulainya operasional sekolah rintisan di 166 titik yang tersebar di berbagai daerah. Keberadaan sekolah-sekolah ini menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pendidikan dan pemberdayaan keluarga.
Sebaran 166 titik lokasi Sekolah Rakyat tersebut adalah Sumatera (35 lokasi), Jawa (70 lokasi), Bali dan Nusa Tenggara (7 lokasi), Kalimantan (13 lokasi), Sulawesi (28 lokasi), Maluku (7 lokasi), dan Papua (6 lokasi).
