wertfootup — Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah tengah menyusun skema baru untuk keberangkatan jemaah umrah. Rencananya, jemaah akan memulai perjalanan mereka langsung dari asrama haji, bukan dari bandara seperti selama ini.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk mendukung ekosistem ekonomi haji sekaligus memperkuat penerbangan nasional.
Mengurangi Kepadatan di Bandara
Skema ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan jemaah. Seluruh proses pra-keberangkatan, mulai dari check-in hingga tahapan administrasi akhir, akan diselesaikan di dalam kompleks asrama haji.
“Dengan demikian, antrean panjang dan penumpukan calon penumpang di bandara dapat dihindari. Jemaah akan datang ke bandara dalam kondisi sudah siap terbang dan langsung melakukan boarding,” jelas Dahnil.
Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, akan menyediakan sarana dan fasilitas penunjang di asrama haji untuk mendukung kelancaran proses ini.
Optimalisasi Aset Asrama Haji
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya optimalisasi aset asrama haji yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal. Banyak asrama haji di berbagai daerah memiliki lahan yang sangat luas.
“Contohnya, Asrama Haji Medan seluas 14 hektar dan Asrama Haji Pondok Gede 15 hektar. Bahkan asrama haji dengan ukuran terkecil di provinsi-provinsi timur pun rata-rata memiliki lahan sekitar 4 hektar. Sayangnya, pemberdayaan aset-aset strategis ini belum optimal,” papar Dahnil.
Dengan difungsikannya asrama haji sebagai titik keberangkatan umrah, diharapkan nilai ekonomi dan utilitas dari aset negara tersebut dapat meningkat signifikan, sekaligus memberikan layanan yang lebih terintegrasi bagi jemaah.
