Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Sambut Lebaran 2026

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Sambut Lebaran 2026

wertfootup — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 2026. Langkah ini mencakup penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan hingga pemberian diskon tiket untuk seluruh moda transportasi dan tarif jalan tol.

Koordinasi Menjelang Ramadan dan Lebaran

Kepastian ini disampaikan Teddy usai menghadiri pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Rapat tersebut difokuskan pada penguatan koordinasi antarlembaga pemerintah menjelang Ramadan dan Idulfitri untuk menjaga inflasi tetap sesuai dengan target yang ditetapkan dalam APBN.

“Sebagai bagian dari stimulus ekonomi, pemerintah menyiapkan berbagai kemudahan menyambut hari raya. Mulai dari penyaluran bantuan sosial pangan hingga pemberian diskon tiket transportasi udara, kereta api, laut, darat, serta tarif jalan tol,” jelas Teddy melalui pernyataan resmi.

Target: Jaga Daya Beli dan Kelancaran Aktivitas

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah tren inflasi yang semakin melandai. Selain itu, stimulus ini bertujuan untuk mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas masyarakat selama momentum Lebaran 2026.

“Seiring tren inflasi yang kian melandai, langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas selama periode Lebaran,” tutur Teddy.

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pasokan pangan antarwilayah, khususnya untuk komoditas strategis seperti beras.

Sinergi Sektor Keuangan dan Fiskal

Dalam kesempatan terpisah di hari yang sama, Teddy juga menyoroti pentingnya sinergi seluruh sektor pendukung perekonomian. Ia menegaskan bahwa kondisi perekonomian yang baik tidak terlepas dari peran sektor perbankan, perpajakan, dan kebijakan fiskal, di bawah arahan langsung Kepala Negara.

Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta para menteri dan kepala lembaga terkait lainnya.