Masjid At-Thohir LA: Pusat Ukhuwah Muslim Global di Ramadan

Masjid At-Thohir LA: Pusat Ukhuwah Muslim Global di Ramadan

Keberadaan Masjid At-Thohir di Los Angeles telah menjelma menjadi salah satu episentrum kegiatan keagamaan yang vital, khususnya bagi diaspora Indonesia dan komunitas muslim internasional yang bermukim di Amerika Serikat. Sejak berdiri pada 2017, masjid ini telah berkembang melampaui fungsi dasarnya sebagai tempat ibadah. Ia kini berperan sebagai ruang hidup yang aktif mempererat tali persaudaraan (ukhuwah) yang melintasi batas-batas negara, terlebih pada bulan Ramadan yang penuh berkah.

Sejarah Berdirinya Sebuah Pusat Ibadah

Director Masjid At-Thohir Los Angeles, Farhat Ambadar, mengisahkan awal mula berdirinya tempat ibadah ini. “Masjid At-Thohir berdiri pada tahun 2017. Kami membeli sebuah bangunan gereja dari sebuah komunitas. Alhamdulillah, pembelian masjid tersebut dapat terwujud berkat bantuan dari keluarga Thohir, beserta sumbangan dan donasi yang diberikan. Proses pembeliannya tepatnya terlaksana pada bulan Agustus tahun 2017,” jelas Farhat.

Ramadan: Momentum Memperkuat Ikatan Lintas Bangsa

Di bulan suci Ramadan, Masjid At-Thohir bertransformasi menjadi titik temu yang dinamis bagi beragam komunitas muslim dari berbagai penjuru dunia. Kegiatan buka puasa bersama yang rutin diadakan setiap hari menjadi saksi betapa eratnya ikatan persaudaraan yang terjalin di sana.

“Komunitas yang berkumpul bukan hanya jamaah dari Indonesia, tetapi juga banyak jamaah dari negara lain seperti Bangladesh, India, Pakistan, Czech Republic, Kazakhstan, hingga muslim Latino dari Meksiko, El Salvador, Honduras, Guatemala, dan Nicaragua. Semuanya bersatu, datang ke Masjid At-Thohir untuk bersama-sama menyantap hidangan berbuka,” papar Farhat.

Lebih dari Sekadar Buka Puasa

Seluruh hidangan untuk berbuka puasa di masjid ini disediakan secara cuma-cuma bagi seluruh jamaah. Nilai kepedulian sosial yang ditanamkan juga meluas ke masyarakat di luar muslim. “Pada hari weekend, khususnya Sabtu, masjid menyediakan sekitar 20 boks makanan yang diletakkan di area parkir depan masjid. Boks-boks ini diperuntukkan bagi orang non-muslim yang melintas, mereka dapat mengambil makanan tersebut secara gratis,” ungkapnya.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa Masjid At-Thohir tidak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan dan penebar kebaikan bagi seluruh lapisan masyarakat di sekitarnya, mencerminkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.